translate

Tampilkan postingan dengan label Tafakkur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakkur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Juli 2011

Hadis Ramadan

Kitab Puasa
1. Keutamaan bulan Ramadan
•             Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Apabila tiba bulan Ramadan, maka dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu neraka dan setan-setan dibelenggu. (Shahih Muslim No.1793)
2. Wajib berpuasa Ramadan jika melihat hilal awal Ramadan dan berhenti puasa jika melihat hilal awal Syawal. Jika tertutup awan, maka hitunglah 30 hari

Minggu, 03 Juli 2011

Renungan,,,

“Katakanlah, ‘Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (al-Baqarah: 97)
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas c, ia mengisahkan bahwa sejumlah orang Yahudi datang kepada Rasulullah n lalu mereka berkata, “Wahai Abul Qasim (maksudnya Rasulullah n, red). Kami (akan) bertanya kepadamu tentang lima perkara, yang jika engkau mengabarkan kepada kami (tentang lima hal tersebut) maka kami percaya bahwa engkau adalah seorang nabi dan kami akan mengikutimu.”
Maka Rasulullah n pun mengikat perjanjian dengan mereka sebagaimana Israil (Nabi Ya’qub q) telah mengikat perjanjian dengan anak keturunannya di saat mereka mengatakan, “Allah adalah saksi terhadap apa yang kami ucapkan.” Kata Rasulullah n , “Bertanyalah!”
Mereka bertanya, “Kabarkanlah kepada kami tanda seorang nabi.”

Jumat, 01 Juli 2011

Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan

Allah telah memuliakan beberapa hari, malam, dan bulan atas sebagian yang lainnya. Semua ini sesuai dengan hikmah ilahiyah yang sangat dalam. Tujuannya, agar para hamba lebih giat melaksanakan kebaikan dan memperbanyak amal shalih di dalamnya. Tetapi, syetan dari jenis manusia dan jin senantiasa berusaha menghalangi mereka dari jalan yang lurus dan mengintai mereka dari segala penjuru agar tidak jadi melaksanakan kebaikan-kebaikan. Syetan juga menipu umat manusia dengan menanamkan keyakinan bahwa saat-saat yang utama dan penuh rahmat tersebut adalah kesempatan mereka untuk berleha-leha dan bersantai serta menuruti nafsu dan syahwat.
Syetan juga menggoda kelompok yang lain -biasanya dari kalangan juhal yang terlihat agamis, para pemimpin, dan tokoh masyrakat- dengan ditakut-takuti akan kehilangan kesempatan memperoleh pahala yang besar sehingga mereka berlomba-lomba menciptakan ibadah baru (bid'ah) yang tidak pernah Allah turunkan perintah tentangnya.
Hassan bin 'Athiyah berkata, "Tidaklah suatu kaum membuat kebid'ahan dalam agama mereka kecuali Allah mencabut perkara sunnah dari mereka yang semisal, dan tidak akan mengembalikannya kepada mereka hingga hari kiamat." (Al-Hilyah: 6/73)
Bahkan Ayyub Al-Syakhtiyani mengatakan, "Tidaklah pelaku bid'ah bersungguh-sungguh dalam kebid'ahannya kecuali akan menambah jauh dari Allah," (Al-Hilyah: 3/9)

Isra’ Miraj dan Nestapa Teror Bom



Hermanto Harun*

Nuansa bulan Rajab, tepatnya setiap tanggal 27, selalu ceria dengan semarak perayaan Isra’ dan Mi’raj. Perayaan peristiwa Isra’ Mi’raj dalam penanggalan umat Islam, seolah telah menjadi agenda rutin tahunan yang tidak boleh absen. Keberadaan peringatan hari bersejarah tersebut telah menjadi ikon budaya Islam nusantara yang telah memiliki hak “paten” dalam paradigma muslim tradisional di tanah air. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat setiap apapun yang terjadi pada diri Rasul menjadi rumus referensi hidup dalam berperilaku kaum muslimin. Juga, dalam perjalanan nabi Muhammad SAW, yang diperjalankan (asra) oleh Allah dalam peristiwa itu, menyimpan banyak tauladan dan ibrah bagi umatnya.

Rabu, 22 Juni 2011

KENAPA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA.

KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA.KENAPA KITA MENYAMBUT MAULID NABI??? INILAH HUJJAH-HUJJAHNYA…oleh Al-Asyairah Al-Syafii pada pada 07hb Februari 2011 pukul 4.22 ptg
SEJARAH PERINGATAN MAULID NABI
Siapakah orang yang pertama menyambut maulid Nabi???
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh raja Irbil (wilayah Iraq sekarang), bernama Muzhaffaruddin al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata:
“Sultan Muzhaffar mengadakan peringatan maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang yang berani, pahlawan,` alim dan seorang yang adil -semoga Allah merahmatinya-”.

19 tanda kematian

MEMANG amat tersentuh dan mengalir air mata ketika melihat jenazah adik-adik kecil yang dipanggil Pemiliknya. Mereka dikebumikan serentak dalam satu lahad.
Takziah kepada keluarga mangsa semoga tabah menghadapi ujian kehilangan yang tersayang. Al-Imam Qurtubi pernah merakamkan hadis nabi yang bermaksud, mati mengejut bagi orang yang baik adalah nikmat manakala mati mengejut bagi yang zalim dan jahat adalah azab.
Memang sedih apabila de ngar berita kematian, tapi bagi yang tahu kategori kematian, ada anugerah di sebalik itu iaitu mati syahid.
Bagi keluarga yang sedang bersedih dengan tragedi terbabit, sedikit hiburan dari tulisan kali ini.
Ini kerana di sana ada satu senarai pakej kematian yang sangat mulia iaitu husnul khatimah atau mati syahid terutama di senarai yang ke lapan dan kesembilan dalam tulisan ini.

Para Pemikir Yang Diulamakan

Pada masa-masa terakhir ini kaum harakiyun hizbiyun (para penganut paham hizbiyah), berusaha menampilkan tokoh-tokoh idola mereka sebagai ulama. Dan ini masih sebagai gerakan talbis (pengkaburan) yang terus mereka lancarkan di kalangan kaum Muslimin untuk menghalangi mereka dalam memahami Islam yang benar. Dari sisi ini tidak salah kalau mereka dihukumi sebagai ahlul bid'ah walau hukum ini tidak bisa diterapkan pada semua individu yang terlibat dalam gerakan tersebut. Para tokoh harakiyun hizbiyun yang digelari ulama oleh mereka itu sesungguhnya bukanlah ulama, tetapi hanya terbatas sebagai para pemikir atau dengan istilah lain sebagai ahlur ra'yi. SIAPAKAH ULAMA Untuk mengetahui lebih lanjut sejauh mana bahaya talbis yang dilancarkan oleh mereka, kita perlu mengerti definisi ulama dan ahlur ra'yi dan kedudukannya masing-masing di dalam agama ini. Sedangkan untuk mengerti dengan pasti dan jelas permasalahan ini, kita merujuk kepada Al Qur'an dan Al Hadits dengan keterangan para ulama Salafus Shalih dan Ahlul Hadits.

Minggu, 05 Juni 2011

INILAH 22 SIFAT BEJAT DAN TERKUTUK ISRAEL YANG DIABADIKAN DALAM AL-QUR'AN



Tidak memandang tua-muda, wanita hingga anak-anak warga Palestina yang tak berdosa menjadi kekejaman kaum terlaknat itu. Kutukan dan kecaman dari berbagai negara di dunia hanya dianggap angin lalu. Israel tetap melakukan misinya mendirikan negara di tanah Palestina.

Kamis, 19 Mei 2011

Hadits Dho'if

"Barang siapa yang mngetahui dirinya, maka dia telah mengetahuhi Tuhannya"
Hadits Maudhu', tidak ada sumbernya
"Sesungguhnya Allah mengenggam segenggam cahaya, lalu berfirman, 'Jadilah engkau Muhammad!'"
Hadits Maudhu'
"Cinta tanah air adalah sebagian cabang dari iman"
Hadits ini maudhu' sebagaimana dikatakan Al-Ashfahani
(Minhaj Firqotunnnajiyah- Syaikh Muhammad buin Jamil Zainu)

Ada Apa dengan Valentine's Day... ?*

Saat ini, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, coklat, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah "hari kasih sayang". Benarkah demikian?
SEJARAH VALENTINE'S DAY
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine's Day salah satunya festival Romawi yang disebut Lupercalia.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity)
Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" Ken Sweiger dalam artikel "Should Biblical Christians Observe It?" (www.korrnet.org) mengatakan kata "Valentine" berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi "Sang Maha Kuasa") dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Saudaraku, itulah sejarah Valentine's Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan "kasih sayang", lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya" (Al Isra' : 36)

SAKIT RINDU.. DIMANA OBATMU

Tak bisa disangkal manusia akan selalu bersentuhan dengan cinta. Sementara kecintaan memberikan buah kerinduan. Orang yang mencinta akan rindu kepada orang yang dicintainya.
Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Ingin bertemu dan berdekatan dengan sang kekasih. Air mata tak jarang menetes karena terbakar oleh kerinduan di hati. Sebagian orang bahkan sampai menjadi gila karena rindunya pada orang yang dicintainya. Naudzubillah.
Kerinduan, adalah sebuah kesengsaraan. Penyakit yang membekaskan kelemahan di hati. Lantas apakah obat untuk mengatasi penyakit yang menggerogoti jiwa ini ?
Ikhlas Kepada Allah
Ikhlas adalah obat termanjur penyakit rindu. Jika kamu benar-benar ikhlas kepada Allah, maka Allah akan menolongmu dari penyakit kerinduan dengan cara yang tak pernah terbetik di hati kita sebelumnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sungguh jika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, niscaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutkannya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik. Atau takut sesuatu yang membahayakannya"
Ketika pemuda ikhlas kepada Allah, maka Allah akan memilihnya, menghidupkan hatinya. Di saat itulah segala kekejian akan berpaling darinya dan dia sangat takut untuk mencari pengganti selain Allah. Keadaannya berbeda dengan hati yang tak ikhlas. Hati tersebut akan selalu diombang-ambingkan nafsu, keinginan, tuntutan serta cinta yang memabukkan. Keadaannya tidak berbeda dengan sepotong ranting yang meliuk kesana kemari mengikuti arah angin.
Berdo'a
Do'a mengandung sikap kefakiran serta kerendahdirian seseorang di hadapan Allah. Oleh karena itu, doa merupakan salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika seseorang berada dalam kesempitan dan dia bersungguh-sungguh dalam berdoa, merasakan kebutuhannya kepada Allah niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Termasuk diantaranya dia memohon untuk dilepaskan dari kesulitan penyakit rindu dan kasmaran yang terasa mengkoyak-koyak hatinya. Penyakit yang menyebabkan dirinya gundah gulana, sedih dan sengsara.
Memenej Pandangan
Pandangan yang berulang-ulang adalah pemantik terbesar yang menyalakan api hingga terbakarlah hati dengan kerinduan. Orang yang memandang dengan sepintas saja jarang yang mendapatkan rasa kasmaran. Namun pandangan yang berulang-ulanglah yang merupakan biang kehancuran.
Ibnul Qayyim menyatakan, "Orang yang berakal jangan sampai terlalu mudah tergelincir jatuh hati dan rindu agar tidak tertimpa berbagai kerusakan yang ditimbulkannya, baik sedikit maupun banyak. Barangsiapa yang menerjunkan diri kedalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri yang tertipu dan binasa. Andai saja bukan karena pandangan yang berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya untuk dapat merajut benang-benang asmara, pastilah asmara tidak akan kokoh mencengkeram jiwanya."
Ibnu Taimiyah berkata, " Allah menjadikan menjaga pandangan dan kemaluan sebagai sebab terkuat untuk mensucikan jiwa. Dan konsekuensi dari menjaga jiwa adalah dengan menghilangkan segala bentuk kejahatan, perbuatan keji, kezaliman, syirik, dusta, dan sebagainya.
Membina Rumah Tangga
Bagaimanapun menikah merupakan obat bagi kerinduan hati. Meski pernikahan tersebut dilangsungkan tidak dengan orang yang dicinta dan diidamkan diawal. Kenapa bias demikian? Tidak lain, karena pernikahan telah mencukupkan segala kebutuhan jiwa disamping ia penuh berkah. Pernikahan memadamkan berbagai gejolak cinta.
Jika memungkinkan menikah dengan orang yang dicintainya maka menikahlah dengannya. Ini merupakan terapi termanjur.
Selalu Sibuk dan Aktif
Dalam situasi kosong kegiatan, biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang dia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa berbagai pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk memangkas kerinduan seseorang hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia maupun untuk akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa aktifitas muncullah bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya hanya sekadar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikitpun bagi kehidupan kita.
Menghindari Nyanyian dan Film Percintaan
Nyanyian dan film-film percintaan memilika andil besar untuk mengobarkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika, nyanyian tersebut dikemas dengan mengharu-biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan tontonan seperti ini dan secara umum ditinggalkan. Demi keselamatan dan kejernihan hatimu sendiri. Sehingga sempat diungkapkap oleh para ulama, "Nyanyian adalah tarian perzinahan."
Bayangkan Kekurangannya
Ingatlah selalu, bahwa orang yang kau cinta bukanlah sosok pribadi yang sempurna. Ia sangat memiliki banyak kekurangan, sehingga tidak layak untuk dipuja, disanjung, atau senantiasa diangan. Orang yang kau cintai tidaklah seperti yang kau khayalkan di setiap lamunan.
Ibnul Jauzi mengatakan," Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kekotoran. Sementara orang yang dimabuk cinta senantiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib."
Kita bisa menghukumi sesuatu kecuali dengan timbangan keadilan, sementara orang yang sedang kasmaran tengah dikuasai oleh nafsunya sehingga tidak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya menutupi seluruh aib yang dimiliki pasangannya. Para ahli hikmah berkata, "mata yang diliputi hawa nafsu akan menjadi buta."
Tips Lain
  1. Usahakan untuk menjauh dari orang yang dicintai. Karena terpisahnya badan akan memberikan pengaruh jauhnya hati dari orang yang dicinta. Hendaknya sabar menanggung perpisahan beberapa saat walaupun sulit.
  2. Kontinu menghadiri majelis dzikir, bergaul dengan orang-orang shalih, serta mendengar atau membaca kisah orang-orang shalih.
  3. Meredam keinginan, memupus harapan disertai keinginan keras untuk dapat mengalahkan hawa nafsu.
  4. Selalu teratur menjaga shalat dengan sempurna, khusyuk dan berusaha sempurna secara lahir dan batin.
  5. Mencampakkan seluruh keinginan yang rendah, hina, dan perbuatan tercela, serta berusaha meraih segala keutamaan.
  6. Mengambil pelajaran dari kedukaan orang-orang yang dimabuk cinta, derita dan kacau balaunya urusan mereka.

Sabtu, 30 April 2011

Orang-orang yang Dicintai Allah

i dalam Al Qur’an, Allah menyebutkan beberapa sifat atau jenis orang yang Ia cintai. Mereka yang dicintai Allah tentunya akan memperoleh rahmat, berkah, pertolongan dan keridhaan-Nya. Berikut ini adalah daftar sifat orang-orang yang dicintai-Nya tersebut.

Muhsinin (orang-orang yang berbuat kebaikan)

Empat kali Allah secara lugas menyatakan cinta-Nya kepada orang-orang dalam golongan Muhsinin [2:195, 3:134, 3:148, 5:13, 5:93]. Mereka adalah orang-orang yang:
  • Mengerjakan kebaikan
  • Membelanjakan hartanya di jalan Allah, baik dalam kesempitan maupun kelonggaran
  • Menahan amarah
  • Memaafkan orang lain dan tidak menghukum atau mendendamnya

Muttaqin (orang-orang yang takut kepada Allah)

Kecintaan Allah terhadap orang-orang yang takut atau bertakwa kepada-Nya terungkap tiga kali di dalam Al Qur’an [3:76, 9:4, 9:7]. Mereka adalah orang-orang yang memenuhi dan memegang teguh ikrarnya, baik janji kepada manusia dan terlebih lagi ikrarnya di hadapan Allah. Mereka istiqomah, konsisten dan teguh dalam menjalankan janji tersebut.

Muqsithin (orang-orang yang adil)

Selanjutnya, yang juga tiga kali disebutkan di dalam Al Qur’an adalah para Muqsithin atau orang-orang yang adil [5:42, 49:9, 60:8]. Allah mencintai mereka yang memutuskan perkara dengan adil, mendamaikan dengan adil dengan mempertimbangkan pihak-pihak yang bertikai dan melandaskan keputusan berdasarkan bimbingan Allah dan Rasul-Nya. Allah juga mencintai orang-orang yang adil terhadap orang-orang di luar kaum muslimin yang tidak menampakkan permusuhan mereka.

Muthahhirin (orang-orang yang membersihkan diri)

Kaum Mutahhirin atau orang-orang yang membersihkan diri juga dicintai oleh Allah [2:222, 9:108]. Dalam dua ayat-Nya, Allah menyatakan bahwa Ia mencintai orang-orang yang membersihkan dirinya dari kotoran dan najis. Allah juga mencintai orang-orang yang menyucikan dirinya, baik badan, fikiran maupun ruhani melalui ibadah sholat.
Dan berikut ini adalah sifat-sifat lain yang sekali saja muncul di dalam Al Qur’an sebagai orang-orang yang dicintai Allah:
  • Tawwabin (orang-orang yang bertaubat) [2:222]
  • Shabirin (orang-orang yang sabar) [3:146]
  • Mutawakkilin (orang-orang yang bertawakal) [3:159]
  • Mujahidin (orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan rapi) [61:4]
  •                                                                                       (kopas : alhabib)

Kamis, 14 April 2011

Sufisme, Wikipedia

Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa arab: تصوف , ) adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi.
Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi[rujukan?]. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia.
Ada beberapa sumber perihal etimologi dari kata "Sufi". Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (صوف), bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (صفا), yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan.
Yang lain menyarankan bahwa etimologi dari Sufi berasal dari "Ashab al-Suffa" ("Sahabat Beranda") atau "Ahl al-Suffa" ("Orang orang beranda"), yang mana dalah sekelompok muslim pada waktu Nabi Muhammad yang menghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa

klik di bawah ini (info lengkap om Wiki)


Mengenai Saya

Watampone, sulawesi selatan, Indonesia
Belajar membuat blog, untuk keperluan positif dan tetap kritis

renunganku