translate

Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aqidah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Juli 2011

Renungan,,,

“Katakanlah, ‘Barang siapa menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) sebelumnya, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (al-Baqarah: 97)
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Abbas c, ia mengisahkan bahwa sejumlah orang Yahudi datang kepada Rasulullah n lalu mereka berkata, “Wahai Abul Qasim (maksudnya Rasulullah n, red). Kami (akan) bertanya kepadamu tentang lima perkara, yang jika engkau mengabarkan kepada kami (tentang lima hal tersebut) maka kami percaya bahwa engkau adalah seorang nabi dan kami akan mengikutimu.”
Maka Rasulullah n pun mengikat perjanjian dengan mereka sebagaimana Israil (Nabi Ya’qub q) telah mengikat perjanjian dengan anak keturunannya di saat mereka mengatakan, “Allah adalah saksi terhadap apa yang kami ucapkan.” Kata Rasulullah n , “Bertanyalah!”
Mereka bertanya, “Kabarkanlah kepada kami tanda seorang nabi.”

Jumat, 01 Juli 2011

Keutamaan Bulan Rajab dalam Timbangan

Allah telah memuliakan beberapa hari, malam, dan bulan atas sebagian yang lainnya. Semua ini sesuai dengan hikmah ilahiyah yang sangat dalam. Tujuannya, agar para hamba lebih giat melaksanakan kebaikan dan memperbanyak amal shalih di dalamnya. Tetapi, syetan dari jenis manusia dan jin senantiasa berusaha menghalangi mereka dari jalan yang lurus dan mengintai mereka dari segala penjuru agar tidak jadi melaksanakan kebaikan-kebaikan. Syetan juga menipu umat manusia dengan menanamkan keyakinan bahwa saat-saat yang utama dan penuh rahmat tersebut adalah kesempatan mereka untuk berleha-leha dan bersantai serta menuruti nafsu dan syahwat.
Syetan juga menggoda kelompok yang lain -biasanya dari kalangan juhal yang terlihat agamis, para pemimpin, dan tokoh masyrakat- dengan ditakut-takuti akan kehilangan kesempatan memperoleh pahala yang besar sehingga mereka berlomba-lomba menciptakan ibadah baru (bid'ah) yang tidak pernah Allah turunkan perintah tentangnya.
Hassan bin 'Athiyah berkata, "Tidaklah suatu kaum membuat kebid'ahan dalam agama mereka kecuali Allah mencabut perkara sunnah dari mereka yang semisal, dan tidak akan mengembalikannya kepada mereka hingga hari kiamat." (Al-Hilyah: 6/73)
Bahkan Ayyub Al-Syakhtiyani mengatakan, "Tidaklah pelaku bid'ah bersungguh-sungguh dalam kebid'ahannya kecuali akan menambah jauh dari Allah," (Al-Hilyah: 3/9)

Isra’ Miraj dan Nestapa Teror Bom



Hermanto Harun*

Nuansa bulan Rajab, tepatnya setiap tanggal 27, selalu ceria dengan semarak perayaan Isra’ dan Mi’raj. Perayaan peristiwa Isra’ Mi’raj dalam penanggalan umat Islam, seolah telah menjadi agenda rutin tahunan yang tidak boleh absen. Keberadaan peringatan hari bersejarah tersebut telah menjadi ikon budaya Islam nusantara yang telah memiliki hak “paten” dalam paradigma muslim tradisional di tanah air. Hal ini dapat dimaklumi, mengingat setiap apapun yang terjadi pada diri Rasul menjadi rumus referensi hidup dalam berperilaku kaum muslimin. Juga, dalam perjalanan nabi Muhammad SAW, yang diperjalankan (asra) oleh Allah dalam peristiwa itu, menyimpan banyak tauladan dan ibrah bagi umatnya.

Rabu, 22 Juni 2011

19 tanda kematian

MEMANG amat tersentuh dan mengalir air mata ketika melihat jenazah adik-adik kecil yang dipanggil Pemiliknya. Mereka dikebumikan serentak dalam satu lahad.
Takziah kepada keluarga mangsa semoga tabah menghadapi ujian kehilangan yang tersayang. Al-Imam Qurtubi pernah merakamkan hadis nabi yang bermaksud, mati mengejut bagi orang yang baik adalah nikmat manakala mati mengejut bagi yang zalim dan jahat adalah azab.
Memang sedih apabila de ngar berita kematian, tapi bagi yang tahu kategori kematian, ada anugerah di sebalik itu iaitu mati syahid.
Bagi keluarga yang sedang bersedih dengan tragedi terbabit, sedikit hiburan dari tulisan kali ini.
Ini kerana di sana ada satu senarai pakej kematian yang sangat mulia iaitu husnul khatimah atau mati syahid terutama di senarai yang ke lapan dan kesembilan dalam tulisan ini.

PENTINGNYA MEMAHAMI SIRAH NABI (SAW)

 

Ditulis oleh Dewan Asatidz   
Rasulullah (saw) adalah seorang contoh manusia yang paling dimuliakan oleh Allah. Seorang tokoh idola yang seharusnya ditiru. Terutama, bagi siapa saja yang ingin menjadi ahli surga. Nabi (saw) adalah seseorang dengan seluruh perilakunya mengandung kebaikan. membawa kebahagiaan, memberi ketenangan dan menciptakan keharmonisan. Allah SWT memilih Muhammad sebagai rasul-Nya untuk diikuti akhlaknya. Karena hanya dengan mengikuti Muhammad (saw), kebahagaiaan dunia-akhirat bisa tercapai. Rasulullah (saw) adalah seorang contoh manusia yang paling dimuliakan oleh Allah. Seorang tokoh idola yang seharusnya ditiru. Terutama, bagi siapa saja yang ingin menjadi ahli surga.

Para Pemikir Yang Diulamakan

Pada masa-masa terakhir ini kaum harakiyun hizbiyun (para penganut paham hizbiyah), berusaha menampilkan tokoh-tokoh idola mereka sebagai ulama. Dan ini masih sebagai gerakan talbis (pengkaburan) yang terus mereka lancarkan di kalangan kaum Muslimin untuk menghalangi mereka dalam memahami Islam yang benar. Dari sisi ini tidak salah kalau mereka dihukumi sebagai ahlul bid'ah walau hukum ini tidak bisa diterapkan pada semua individu yang terlibat dalam gerakan tersebut. Para tokoh harakiyun hizbiyun yang digelari ulama oleh mereka itu sesungguhnya bukanlah ulama, tetapi hanya terbatas sebagai para pemikir atau dengan istilah lain sebagai ahlur ra'yi. SIAPAKAH ULAMA Untuk mengetahui lebih lanjut sejauh mana bahaya talbis yang dilancarkan oleh mereka, kita perlu mengerti definisi ulama dan ahlur ra'yi dan kedudukannya masing-masing di dalam agama ini. Sedangkan untuk mengerti dengan pasti dan jelas permasalahan ini, kita merujuk kepada Al Qur'an dan Al Hadits dengan keterangan para ulama Salafus Shalih dan Ahlul Hadits.

Minggu, 05 Juni 2011

INILAH 22 SIFAT BEJAT DAN TERKUTUK ISRAEL YANG DIABADIKAN DALAM AL-QUR'AN



Tidak memandang tua-muda, wanita hingga anak-anak warga Palestina yang tak berdosa menjadi kekejaman kaum terlaknat itu. Kutukan dan kecaman dari berbagai negara di dunia hanya dianggap angin lalu. Israel tetap melakukan misinya mendirikan negara di tanah Palestina.

Kamis, 19 Mei 2011

Ada Apa dengan Valentine's Day... ?*

Saat ini, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, coklat, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah "hari kasih sayang". Benarkah demikian?
SEJARAH VALENTINE'S DAY
The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine's Day salah satunya festival Romawi yang disebut Lupercalia.
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity)
Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" Ken Sweiger dalam artikel "Should Biblical Christians Observe It?" (www.korrnet.org) mengatakan kata "Valentine" berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi "Sang Maha Kuasa") dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Saudaraku, itulah sejarah Valentine's Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan "kasih sayang", lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya:
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya" (Al Isra' : 36)

Do'a

  • Do'a apabila angin bertiup kencang
    "Allaahumma innii as aluka khoirohaa wa a'uudzubika min syarrihaa"
    Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya.
    "Allaahumma inni as aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bihi wa a'uudzubika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi"
    Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan angin ini, kejelekan apa yang ada padanya dan kejelekan tujuan angin ini dihembuskan.
  • Do'a minta hujan
    "Allaahummasqinaa ghoy-tsan mughii-tsan marii-an marii-'an, naafi'an ghoiro dhoorrin 'aajilan ghoiro aajil"
    Ya Allah, berilah kami hujan yang merata, menyegarkan tubuh dan menyuburkan tanaman, bermanfaat tidak membahayakan. Kami memohon hujan dengan segera tidak ditunda-tunda.
    "Allaahumma agits-naa, Allaahumma agits-naa, Allaahumma agits-naa"
    Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.
  • Dzikir ketika mendengar halilintar
    "Subhaanalladzii yusabbihurro'du bihamdihi wa malaa-ikatu min khiifatihi"
    Mahasuci Allah yang halilintar bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya
  • Do'a apabila turun hujan
    "Allaahumma shoyyiban naafii-'an"
    Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat (untuk manusia, tanaman dan binatang)
  • Dzikir setelah hujan turun
    "Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rohmatihi"
    Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah
  • Do'a agar hujan berhenti (diarahkan ke tempat lain)
    "Allaahumma hawaalaynaa wa laa 'alainaa, Allaahumma 'alal-aakaami wazzhiroobi, wa buthuunil-audiyati wa manaabitisy-syajari."
    Ya Allah turunkanlah hujan di sekitar kami, jangan di atas (kepada) kami. Ya Allah turunkanlah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan.

Kamis, 14 April 2011

Adab Berjimak

Apakah yang terkena kaffarat itu hanya laki-laki saja(wanita tidak)? Jika benar demikian apa alasannya? Kan jima’ itu aktifitas “bersama”?!
———-
Hanya pria saja yg meng Qadha nya, karena yg membuat wajib melakukan Qadha puasa 2 bulan berturut turut itu adalah bersetubuhnya pria dan wanita dalam keadaan puasa, bersetubuh dalam syariah adalah masuknya hasyafah (kepala dzakar alat kelamin pria) pada alat kelamin wanita.
Jika bersentuhan kedua alat kelamin belum disebut jimak, yg disebut Jimak adalah terbenamnya hasyafah pada alat kelamin wanita, sedangkan puasa wanita telah batal jika alat kelamin pria sedikit memasuki alat kelamin wanita, karena masuknya sesuatu ke Jauf membatalkan puasa, dan Jauf adalah antara pangkal dada (bawah leher) hingga alat kelamn, yaitu badan jika tanpa tangan, kaki dan kepala, nah.. itulah yg disebut Jauf,
Maka puasa kaum wanita telah batal karena alat kelamin pria sedikit masuk ke alat kelaminnya, dan pria belum batal puasanya kecuali setelah terbenamnya hasyafahnya kepada alat kelamin wanita.
Maka sang wanita sudah batal puasanya, baru berjimak, dan orang yg batal puasanya lalu berjimak maka tidak wajib Qadha 2 bulan berturut turut atau memberi makan 60 orang miskin, karena yg diwajibkan itu adalah bagi yg berpuasa,
maka dalam keadaan apapun kaum wanita tak terkena hukum tsb, karena ia sudah batal puasanya lebih dulu sebelum berjimak.

Mengenai Saya

Watampone, sulawesi selatan, Indonesia
Belajar membuat blog, untuk keperluan positif dan tetap kritis

renunganku